Rangkaian Yadnya Karo Desa Sapikerep Digelar Mulai 12 Juli hingga 6 Agustus 2026

Pemerintah Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, akan menggelar rangkaian tradisi Yadnya Karo mulai 12 Juli hingga 6 Agustus 2026.

Probolinggo, newsIndonesia.id – Pemerintah Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, akan menggelar rangkaian tradisi Yadnya Karo mulai 12 Juli hingga 6 Agustus 2026. Tradisi adat masyarakat Tengger ini menjadi wujud pelestarian budaya leluhur sekaligus bentuk bakti kepada Hyang Widhi serta ungkapan syukur atas kehidupan, alam, dan keharmonisan antarsesama.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Pemerintah Desa Sapikerep, rangkaian kegiatan diawali pada Minggu Kliwon, 12 Juli 2026, dengan agenda Gugur Gunung, yakni kegiatan bersih-bersih makam sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Selanjutnya, pada Senin Pon, 20 Juli 2026, akan dilaksanakan prosesi Tekane Ping Pitu, yang menjadi bagian penting dalam rangkaian adat Yadnya Karo.

Agus Cahyo Raharjo PJ Kepala Desa Sapikerep menyampaikan, bahwa tradisi tersebut mengusung semangat "Melestarikan Tradisi Leluhur, Wujud Bakti kepada Hyang Widhi, Harmoni Alam dan Umat," sebagai pesan utama untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan oleh para leluhur.

"Melalui penyelenggaraan tradisi ini, masyarakat Tengger di Desa Sapikerep terus berkomitmen menjaga nilai-nilai budaya dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun. Selain menjadi ritual keagamaan dan adat, Yadnya Karo juga diharapkan menjadi daya tarik budaya yang mampu memperkuat identitas masyarakat Tengger serta mendukung pengembangan pariwisata budaya di kawasan Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo," terangnya. Selasa (7/7/2026)

Selanjutnya memasuki Minggu Legi, 2 Agustus 2026, masyarakat akan menggelar kegiatan bersih desa, punden, dan lingkungan sekolah yang disertai tradisi tandhak ke lokasi, sebagai simbol kebersamaan dalam menjaga lingkungan dan warisan budaya.

Rangkaian berlanjut pada Senin Pahing, 3 Agustus 2026, melalui prosesi Tumpeng Gede, yang kemudian diteruskan dengan Sesanti untuk umat Hindu sebagai bentuk doa dan rasa syukur. Puncak rangkaian berlangsung pada Kamis Kliwon, 6 Agustus 2026, melalui prosesi Mulihe Ping Pitu yang dilanjutkan dengan tradisi Nyadran ke makam sebagai penutup seluruh rangkaian Yadnya Karo. (wn)






Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال