
Pelaksanaan Sidang paripurna DPRD Kota Probolinggo berlangsung dinamis di ruang sidang utama
Probolinggo, newsIndonesia.id – Pelaksanaan Sidang paripurna DPRD Kota Probolinggo berlangsung dinamis di ruang sidang utama, meskipun sempat diwarnai protes dari anggota Fraksi Golkar, Amir Mahmud. Akibat tindak lanjut rekomendasi pimpinan DPRD terkait keberadaan swalayan di Jalan Cokroaminoto yang hingga kini masih beroperasi.
Dalam forum tersebut, Amir menilai perlu adanya kejelasan mengenai pelaksanaan rekomendasi DPRD, mengingat sebelumnya telah muncul pembahasan terkait penghentian sementara operasional swalayan di Jalan Cokro setempat, hingga memicu suasana rapat menjadi lebih hangat.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, mengatakan, belum mengetahui secara pasti kapan swalayan itu mulai beroperasi. Namun akan memastikan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti persoalaannya bersama jajaran eksekutif.
"Saya tidak tahu kapan dibukanya swalayan itu. Nanti akan kami tindak lanjuti bersama eksekutif lainnya," katanya
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib, menuturkan, agar persoalan tersebut kembali dibahas melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan yang melibatkan komisi terkait.
Karena terdapat perbedaan pandangan antara Komisi I dan Komisi III DPRD mengenai persoalan yang dimaksud sehingga perlu dilakukan pembahasan bersama untuk menyamakan persepsi.
"Selama ini antara Komisi I dan Komisi III berbeda pendapat. Ada apa sehingga berbeda pandangan, itu yang perlu dijelaskan. Karena rekomendasi ketua DPRD berisi larangan atau penghentian sementara, tetapi faktanya swalayan tetap beroperasi. Oleh karena itu, persoalan ini perlu dibahas kembali melalui RDP gabungan," ujar Abdul Mujib.
Pelaksanaan RDP susulan akan segera digelar, untuk memberikan kejelasan mengenai status operasional swalayan di Jalan Cokroaminoto sekaligus memastikan seluruh kebijakan dan rekomendasi DPRD dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. (wn)
Tags
pemerintahan