![]() |
| Wali Kota Probolinggo tekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas gizi dan keamanan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para penerima manfaat |
Probolinggo, newsIndonesia.id – Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas gizi dan keamanan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para penerima manfaat. Program MBG bukan sekadar menyediakan makanan gratis, tetapi memiliki tujuan utama memperbaiki asupan gizi dan mendukung kecerdasan generasi penerus bangsa.
H. Aminuddin Walikota Probolinggo menjelaskan, makanan yang diberikan harus memiliki komposisi gizi yang sesuai kebutuhan penerima manfaat. Dalam satu porsi, setidaknya terdapat sumber karbohidrat, lauk berupa ikan, ayam atau telur, sayuran, serta tambahan protein seperti tahu dan tempe. Buah dan susu juga menjadi pelengkap yang diharapkan dapat diberikan.
“MBG ini untuk memperbaiki gizi, bukan sekadar memberikan makanan gratis. Karena tujuannya mencerdaskan kehidupan bangsa, maka komposisi dan kualitas makanan harus benar-benar diperhatikan,” ujar Aminuddin. Jumat (21/8/2026)
Aminuddin juga mengingatkan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memperhatikan batas waktu penyajian makanan. Makanan segar tidak boleh terlalu lama berada dalam kondisi yang memungkinkan berkembangnya mikroorganisme.
“Begitu lebih dari enam jam, ada kemungkinan kuman yang sebelumnya dorman berkembang. Kita tidak bisa mengatakan makanan itu steril,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Probolinggo, Gusnur, mengatakan, pihaknya terus membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung keberhasilan program MBG di Kota Probolinggo.
Sebelum audiensi dengan Wali Kota Probolinggo, GAPEMBI telah melakukan komunikasi dengan sejumlah unsur terkait, di antaranya Majelis Ulama Indonesia, Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, Polres Probolinggo Kota dan Kodim 0820 Probolinggo.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa diterima dan diberi waktu untuk melaksanakan audiensi dengan Bapak Wali Kota Probolinggo sekaligus dewan pembina,” kata Gusnur.
GAPEMBI dibentuk sebagai wadah bagi para mitra pemilik dapur SPPG yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri. Melalui organisasi tersebut, para mitra diharapkan lebih mudah mendapatkan akses informasi, pemasok bahan pangan, tenaga relawan, serta berkoordinasi dengan pemerintah.
Gusnur berharap sinergi dan kolaborasi antara GAPEMBI, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dapat semakin memperkuat pelaksanaan MBG.
“Kami tentunya harus menerima arahan, masukan dan petunjuk dari pemerintah dalam rangka menjalankan kolaborasi dan sinergi demi suksesnya program MBG di Kota Probolinggo,” pungkasnya. (wn)
Tags
Informasi
