Di sudut Kota Probolinggo, ada satu perkumpulan yang berhasil mengubah obrolan meja kopi menjadi gerakan sosial yang luar biasa. Namanya Bolo Ngopi
Probolinggo, newsIndonesia id – Siapa bilang warung kopi cuma jadi tempat buang-buang waktu? Di sudut Kota Probolinggo, ada satu perkumpulan yang berhasil mengubah obrolan meja kopi menjadi gerakan sosial yang luar biasa. Namanya Bolo Ngopi.
Kalau Anda mampir ke tempat kumpul mereka, jangan heran melihat pemandangan yang unik. Di sini, status sosial otomatis langsung tanggal. Anda bisa melihat seorang kuli angkut dan abang becak tertawa lepas, duduk setara, sambil berdiskusi seru dengan pegawai kantoran hingga pejabat daerah. Persis seperti namanya, mereka adalah "Bolo" (teman) yang disatukan oleh kecintaan pada kopi.
Berawal dari Saling Sapa di 2 Warkop Pertigaan Jalan Warkop Kang Joko Dan Warkop Kang Maman.
Cerita awal terbentuknya komunitas ini ternyata sangat organik dan lekat dengan kearifan lokal. Semua bermula dari kebiasaan H. Wawan Setyawan yg akrab dipanggil Mas Wonk bersama bapak-bapak lainnya yang setiap hari hobi mangkal di sebuah warung kopi (warkop).
Warkop legendaris yang menjadi saksi bisu ini terletak di pertigaan Jalan Ikan Kerapu dan Jalan Ikan Lumba-Lumba, Kota Probolinggo. Di sana, setiap hari mereka berkumpul, saling sapa, melempar candaan, dan berbagi cerita setelah penat bekerja.
Melihat keakraban dan kehangatan yang tercipta setiap hari di pertigaan jalan tersebut, hati MAs Wonk tergerak. Beliau ingin kedekatan emosional ini tidak menguap begitu saja, melainkan diwadahi menjadi sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat. Dari sanalah, beliau menginisiasi berdirinya komunitas Bolo Ngopi.
Bertahan dari Nyinyiran Lewat Ketulusan. Namun, seperti pepatah "makin tinggi pohon, makin kencang anginnya", perjalanan awal Bolo Ngopi tidak langsung berjalan mulus. Di awal-awal terbentuknya, ada saja komentar miring dan nada skeptis dari luar yang meragukan perkumpulan ini.
Hebatnya, Mas Wonk dan kawan-kawan tidak ambil pusing. Modal mereka cuma Kekompakan ketulusan, mental pantang menyerah, dan prinsip untuk selalu bersikap baik kepada siapa saja. Hasilnya? Konsistensi itu kini berbuah manis dan mendapat respek besar dari masyarakat luas.
Hebatnya lagi, Bolo Ngopi sekarang bukan lagi sekadar tempat cangkrukan kosong. Mereka sudah punya dua program andalan yang berjalan nyata, yaitu Bolo Ngopi Berbagi dan Bolo Ngopi Peduli.
Setiap hari Jumat, lewat program Bolo Ngopi Berbagi, anggota komunitas ini kompak turun ke jalan untuk menggelar aksi Jumat Berkah.
Mereka membagikan makanan siap santap, jajanan, hingga paket sembako untuk warga yang membutuhkan.
Tidak berhenti di situ, aksi mereka makin konkret lewat program Bolo Ngopi Peduli. Sadar bahwa banyak pelaku usaha kecil yang kesulitan modal untuk merawat tempat usahanya, Bolo Ngopi turun tangan langsung melakukan rehabilitasi tempat jualan warga.
Mulai dari mengerok dinding yang rusak, melakukan plesteran semen ulang, mengecat dinding dengan warna baru yang segar, hingga memperbaiki atap warung yang bocor—semuanya dikerjakan secara gotong royong. Tempat jualan yang tadinya kumuh, disulap menjadi bersih dan layak pakai agar pemiliknya bisa mencari rezeki dengan lebih nyaman.
Menuju Komunitas Sosial Berbasis Kopi Terbesar di Probolinggo.
Meski saat ini pergerakannya masih berfokus di area kota dan menyasar kalangan anggota terdekat, Bolo Ngopi punya mimpi besar. Dengan kekompakan anggota yang terus berlipat ganda, bukan tidak mungkin Bolo Ngopi akan bertransformasi menjadi komunitas sosial positif berbasis massa terbesar—bahkan jadi satu-satunya yang mandiri—di Probolinggo.
Saat ditemui di sela-sela kesibukannya, Mas Wonk melempar senyum khasnya dan menitipkan pesan hangat untuk seluruh warga Probolinggo.
"Buat Bapak-bapak yang ada di kota dan kabupaten... Salam Satu Cangkir!" ucapnya penuh semangat.
Sebuah pesan sederhana yang mengingatkan kita semua, bahwa kebaikan itu bisa dimulai dari mana saja, bahkan dari balik hangatnya secangkir kopi di pertigaan jalan.
Oleh: "Broather Happy"
Tags
Opini
