Keluar Rumah Tengah Malam, Nenek 68 Tahun di Probolinggo Tewas Tertabrak Blambangan Ekspres Usai Sempat Keluhkan Sakit Gula

Petugas saat melakukan olah TKP di jalur rel barat stasiun usai insiden tertabraknya Aisiyah (68) oleh KA Blambangan Exprese.(Foto:Dok,NI)

Probolinggo,newsIndonesia.id
- Isak tangis pecah di Kamar Jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh, Sabtu (13/6/2026) dini hari. Keluarga baru sadar Aisiyah (68) sudah terbujur kaku di jalur rel barat Stasiun Probolinggo setelah tertabrak Kereta Api Blambangan Ekspres jurusan Jakarta–Banyuwangi.

Jasad nenek warga Jalan Ikan Banyar, Kelurahan Mayangan itu pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 00.30 WIB. Kondisinya mengenaskan, luka parah di kepala dan dada akibat benturan kereta yang melaju kencang. Petugas medis di lokasi langsung menyatakan korban meninggal dunia.

“Warga heboh karena tiba-tiba ada kereta lewat terus orang tergeletak di rel,” ujar salah satu saksi.

Garis polisi langsung dipasang. Tim Inafis Polres Probolinggo Kota melakukan olah TKP sambil mengumpulkan rekaman CCTV dan keterangan warga. Setelah identifikasi, jenazah dievakuasi ke RSUD untuk visum.

Fakta mengejutkan muncul dari keluarga. Usnan, kerabat korban, menyebut Aisiyah meninggalkan rumah sekitar pukul 00.00 WIB, Jumat (12/6) tanpa memberi tahu siapa pun. 

“Kami baru tahu setelah warga menghubungi. Beliau keluar tengah malam sendirian,” kata Usnan dengan mata berkaca-kaca.

Andik Pamungkas, warga yang rumahnya dekat rel, mengaku sempat melihat sosok berbalut daster merah muda keluar dari gang kecil lalu berjalan ke arah tengah rel sesaat sebelum KA Blambangan Ekspres melintas. 

“Saya lihat dari jauh. Nggak sempat negur karena kereta sudah dekat. Setelah kejadian langsung lapor polisi,” ujarnya.

Keluarga mengungkap Aisiyah sudah bertahun-tahun berjuang melawan diabetes. Kondisi itu belakangan membuatnya sering mengeluh lelah karena sakit. 

“Almarhumah memang punya riwayat gula. Beberapa kali bilang capek dengan sakitnya,” ungkap Usnan.

Meski begitu, keluarga menegaskan kondisi medis neneknya belakangan mulai membaik dan rutin berobat. Mereka kaget karena jarak rumah ke lokasi kejadian sekitar 1 kilometer.

“Kami tidak menyangka beliau berjalan sejauh itu sendirian malam-malam,” tambah Usnan.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih mendalami penyebab pasti Aisiyah berada di tengah rel saat kereta melintas. Jenazah telah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa ini jadi pengingat keras: jalur rel bukan jalan pintas. Warga di sekitar rel diminta lebih waspada, terutama pada malam hari dan bagi keluarga yang punya lansia dengan penyakit kronis.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال