Harga Daging Ayam dan Jeroan Melonjak, Warga Probolinggo Keluhkan Daya Beli Tergerus

Kenaikan harga daging ayam dan bagian olahannya dikeluhkan warga Probolinggo.  (Foto:Dok,NI)

Probolinggo,newsindonesia.id
– Warga Probolinggo mengeluhkan kenaikan harga daging ayam dan jeroan yang melonjak drastis dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan ini dinilai langsung menggerus daya beli masyarakat.

Tohir, salah satu pedagang ayam di pasar tradisional Probolinggo, menyebut hampir semua komoditas ayam mengalami kenaikan. Ati ampela yang semula Rp5.000 per porsi kini menjadi Rp7.000. Ceker bahkan naik dua kali lipat, dari Rp5.000 menjadi Rp10.000. 

“Kenaikan juga terjadi pada usus ayam, dari Rp16.000 menjadi Rp18.000 per kilogram,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Jumat (1/5/2026).

Tohir menambahkan, harga daging ayam ras saat ini, periode 30 April-1 Mei 2026, berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram di tingkat eceran. Harga rata-rata nasional memang ada di angka Rp35.000-Rp40.000 per kg, namun di sejumlah wilayah bisa lebih tinggi, terutama menjelang hari raya.

Dampak kenaikan harga langsung dirasakan pembeli. Farida, warga Kota Probolinggo, mengaku kaget dengan lonjakan harga yang begitu cepat. Ia terpaksa memangkas jumlah pembelian karena anggaran terbatas.

“Biasanya saya beli 2 kilogram, sekarang hanya mampu beli 1 kilogram. Harganya naik drastis,” keluh Farida.

Kondisi ini memaksa masyarakat menyesuaikan kebutuhan konsumsi harian. Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar harga daging ayam dan jeroan kembali stabil dan tidak semakin membebani ekonomi rumah tangga. 

(Yul)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال