
Seorang pemuda bernama Alfin Kurniawan (19) menjadi korban penusukan brutal saat sedang tertidur di kamar kosnya di Jalan Gubernur Suryo.(Foto:Dok,NI)
Probolinggo,newsindonesia.id– Aksi kekerasan berdarah menggemparkan Kota Probolinggo. Seorang pemuda bernama Alfin Kurniawan (19) menjadi korban penusukan brutal saat sedang tertidur di kamar kosnya di Jalan Gubernur Suryo, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran. Korban mengalami dua luka tusuk di lengan kiri usai diserang pria yang disebut sebagai mantan kekasih teman perempuannya.
Peristiwa mencekam itu terjadi pada Sabtu malam (18/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB dan kini telah dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota dengan Nomor LP/B/V/54/IV/2026/SPKT. Polisi saat ini masih memburu pelaku yang identitasnya masih disebut Mr X.
Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula saat dirinya menjemput seorang perempuan berinisial Elok sekitar pukul 19.00 WIB. Keduanya sempat makan bersama dan berkeliling kota sebelum kembali ke kamar kos korban.
Namun suasana berubah mencekam ketika korban tertidur di dalam kamar dengan pintu yang tidak terkunci. Secara tiba-tiba, seorang pria yang diketahui merupakan mantan kekasih perempuan tersebut masuk ke kamar dan langsung menyerang korban.
“Saya sedang tidur, tiba-tiba dipukul sampai bangun,” ujar Alfin, Selasa (28/4/2026).
Korban mengaku sempat berusaha menenangkan pelaku dan tidak melakukan perlawanan. Namun pelaku justru semakin kalap. Diduga dalam pengaruh minuman keras, pelaku mengambil sebilah pisau yang berada di dalam kamar, lalu mengancam akan menghabisi korban.
Meski sempat menurunkan senjata, emosi pelaku kembali memuncak. Ia menendang kepala korban sebelum akhirnya menusukkan pisau dua kali ke lengan kiri korban.
Dalam kondisi terluka, korban berusaha mempertahankan diri. Sempat terjadi pergulatan sengit di dalam kamar kos hingga korban berhasil merebut pisau dari tangan pelaku.
Ironisnya, usai penyerangan pelaku sempat meminta penghuni kos lain membantu membawa korban ke rumah sakit, namun justru memilih kabur bersama perempuan tersebut dan meninggalkan korban tanpa pendampingan.
Kasus ini kini ditangani Satreskrim Polres Probolinggo Kota sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan. Polisi masih mendalami motif penyerangan yang diduga dipicu persoalan pribadi.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Zaenal Arifin membenarkan laporan korban telah diterima dan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif.
“Saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman serta pemeriksaan para saksi terkait untuk kasus ini, dan benar laporan korban sudah kami terima, selebihnya mohon waktu ya,” tegasnya.
Sementara itu, korban telah mendapat penanganan medis. Polisi kini terus memburu pelaku untuk mempertanggungjawabkan aksi brutal tersebut.
(Yu)