Jatuh Cinta pada yang Telah Berpasangan, Pakar Tekankan Pentingnya Kendali Diri

Terjebak Rasa pada Pasangan Orang? Ini 9 Langkah Realistis untuk Berhenti dan Menjaga Harga Diri.(Foto:Dok,NI)


Probolinggo,newsIndonesia.id
– Perasaan cinta kerap hadir tanpa dapat diprediksi. Namun, persoalan menjadi kompleks ketika emosi tersebut tumbuh terhadap seseorang yang telah terikat dalam hubungan pernikahan. Para pakar psikologi menilai, kesadaran bahwa perasaan tersebut keliru merupakan langkah awal yang penting, tetapi diperlukan ketegasan dan strategi konkret untuk keluar dari situasi tersebut.

Dalam sejumlah panduan psikologis praktis yang dirangkum baru-baru ini, pengendalian diri dan keteguhan pada nilai moral disebut sebagai kunci utama untuk mengakhiri perasaan “terlarang” tersebut. Intensitas komunikasi dinilai menjadi faktor utama yang memicu tumbuhnya rasa cinta, sehingga pembatasan kontak menjadi langkah paling krusial.

Pakar menyarankan individu untuk menghentikan komunikasi yang tidak perlu, termasuk kebiasaan memantau aktivitas media sosial orang yang bersangkutan. Selain itu, mengendalikan fantasi dan imajinasi juga dinilai penting, mengingat hal tersebut kerap menjadi pemicu yang mempertahankan perasaan emosional.

Tak jarang, ketertarikan muncul bukan pada sosok yang sebenarnya, melainkan pada gambaran ideal yang terbentuk dari potongan kecil kepribadian. Karena itu, para ahli mengingatkan pentingnya melihat realitas secara utuh, termasuk dampak serius yang dapat timbul jika perasaan tersebut dilanjutkan, seperti potensi keretakan rumah tangga dan luka emosional bagi banyak pihak.

Upaya pemulihan dinilai akan lebih efektif apabila individu memiliki aktivitas yang padat dan terarah. Fokus pada pekerjaan, menekuni hobi baru, berolahraga, hingga memperkuat spiritualitas melalui ibadah disebut mampu membantu mengalihkan perhatian sekaligus mengisi ruang emosional yang kosong.

Meski demikian, proses melepaskan perasaan tidak terjadi secara instan. Waktu pemulihan dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan. Apabila beban emosi dirasa terlalu berat, berkonsultasi dengan orang terpercaya atau tenaga profesional seperti konselor dan psikolog sangat dianjurkan.

“Keputusan untuk berhenti mencintai seseorang yang telah menjadi milik orang lain bukan semata tentang melupakan, melainkan tentang menjaga harga diri dan menentukan arah hidup ke depan,” tulis salah satu panduan psikologis tersebut.

Dengan menjaga jarak dan berpegang pada nilai-nilai moral, diharapkan individu dapat keluar dari konflik emosional dan kembali menata kebahagiaan pribadi yang lebih sehat dan berkelanjutan.


(Opini)



Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال