
Pre-launching Jembatan Kaca Seruni Point Bromo menjadi penanda hadirnya destinasi wisata baru yang diharapkan mampu memperkuat daya tarik kawasan Bromo (Foto.Dok:NI)
Probolinggo, newsIndonesia.id – Pre-launching Jembatan Kaca Seruni Point Bromo menjadi penanda hadirnya destinasi wisata baru yang diharapkan mampu memperkuat daya tarik kawasan Bromo. Wahana yang berada di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo ini resmi dibuka secara terbatas pada Sabtu (27/6/2026).
Antusias masyarakat langsung terlihat sejak hari pertama. Ratusan wisatawan memadati jembatan kaca sepanjang 130 meter dengan ketinggian 83 meter tersebut untuk menikmati sensasi berjalan di atas jurang berlatar panorama Pegunungan Bromo.
Untuk menjamin keamanan, pengelola menerapkan standar operasional yang ketat. Jumlah pengunjung dibatasi maksimal 40 orang dalam setiap sesi selama 15 menit. Seluruh pengunjung juga diwajibkan mengenakan kaus kaki khusus agar permukaan kaca tetap aman dan terjaga.
President Director The Lawu Group, Parmin Sastro Wijono, mengatakan kehadiran Jembatan Kaca Seruni Point tidak hanya menawarkan wahana wisata baru, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
"Keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya diukur dari kemegahan infrastrukturnya, tetapi juga dari pengalaman yang dibawa pulang wisatawan. Karena itu, pengembangan kawasan ini melibatkan masyarakat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan bersama," ujarnya.
Menurut Parmin, tarif masuk sebesar Rp55 ribu dinilai masih terjangkau dibandingkan wahana serupa di Bali maupun luar negeri.
"Kita di Jawa Tengah juga punya Jembatan Kaca Kemuning, tetapi tingginya sekitar 40 meter. Di sini mencapai 83 meter sehingga sensasi adrenalinnya jauh lebih terasa," katanya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menyambut baik beroperasinya Jembatan Kaca Seruni Point. Menurutnya, destinasi baru tersebut akan melengkapi atraksi wisata di kawasan Bromo sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Kabupaten Probolinggo.
"Jembatan kaca ini menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Probolinggo karena merupakan salah satu wahana yang unik dan pertama di Indonesia," ujar Heri.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola terus terjalin untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
"Semoga cita-cita menjadikan Kabupaten Probolinggo sebagai gerbang pariwisata Jawa Timur dapat segera terwujud, sehingga mampu meningkatkan perputaran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, salah seorang wisatawan asal Jombang, Aulia Ramadani, mengaku sempat gugup saat pertama kali melangkah di atas jembatan kaca. Namun, rasa takut tersebut berubah menjadi kagum setelah menikmati panorama Bromo dari ketinggian.
"Awalnya deg-degan karena bisa melihat langsung jurang di bawah kaki. Tapi setelah sampai di tengah, rasanya justru seru dan pemandangannya luar biasa indah. Pengalaman seperti ini belum pernah saya rasakan sebelumnya," ungkapnya.
Menurut Aulia, Jembatan Kaca Seruni Point menjadi daya tarik baru yang wajib dikunjungi wisatawan karena tidak hanya memacu adrenalin, tetapi juga menawarkan sudut pandang berbeda untuk menikmati keindahan alam Bromo.
Dengan mengedepankan aspek keselamatan, kualitas layanan, serta melibatkan masyarakat sekitar dalam pengembangannya, Jembatan Kaca Seruni Point diharapkan mampu menjadi ikon wisata baru yang mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat posisi Probolinggo sebagai gerbang pariwisata Jawa Timur. (wn)
Tags
Wisata