
Pembukaan Jembatan Kaca Seruni Point di kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru (BTS) dijadwalkan pada Sabtu (27/6/2026) (Foto Dok: NI)
Probolinggo, newsIndonesia.id – Pembukaan Jembatan Kaca Seruni Point di kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru (BTS) akan dijadwalkan pada Sabtu (27/6) ini, pemerintah bersama pengelola telah melakukan inspeksi akhir, pada Kamis (25/6). Guna memastikan seluruh aspek keamanan dan kelayakan jembatan telah terpenuhi di kawasan Bukit Seruni Point.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementerian Kehutanan Nunu Anugrah, PPK Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS) Kementerian PUPR Agung Wahyudi, perwakilan TNBTS, Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi, serta Forkopimcam Sukapura.
PPK BGTS Kementerian PUPR Agung Wahyudi menyampaikan, Jembatan Kaca Seruni Point telah melalui berbagai pengujian teknis sehingga dinyatakan aman untuk dilintasi. Lantai jembatan itu menggunakan material laminated glass, yaitu perpaduan antara tempered glass dan lapisan SentryGlass Plus (SGP) yang dirancang memiliki tingkat kekuatan tinggi.
"Spesifikasinya menggunakan laminated glass. Jadi perpaduan antara tempered glass dengan interlayer SentryGlass Plus (SGP)," katanya
Agung menambahkan, jembatan tersebut dirancang memiliki umur layanan hingga 50 tahun, lebih lama dibandingkan umur rencana jembatan gantung pada umumnya yang berkisar 20 tahun. Namun, hal itu hanya dapat dicapai apabila perawatan dilakukan secara rutin dan berkala.
"Ada beberapa komponen nonstruktural seperti jaring pengaman, safety walk, sealant sambungan kaca, dan lapisan cat pelindung memiliki masa pakai lebih pendek sehingga harus diganti secara berkala agar tidak memengaruhi tingkat keamanan jembatan," terangnya
Sementara itu, General Manager The Lawu Group Achmad Ridho menuturkan, pihak pengelola telah menyiapkan tim internal khusus untuk menangani perawatan harian. Tim tersebut diperkuat dua personel bentukan BGTS yang sebelumnya terlibat dalam pembangunan dan pengujian jembatan.
"Pendampingan dan inspeksi detail akan dilakukan setiap hari oleh tim yang memang memahami karakteristik jembatan ini," ujarnya
Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan, dari atas jembatan wisatawan dapat menikmati panorama tiga gunung sekaligus, yakni Gunung Bromo, Gunung Semeru, dan Gunung Batok, dalam satu bentang pandang. Bahkan di sisi selatan, pengunjung juga disuguhi pemandangan lautan pasir, lembah, serta perbukitan hijau yang menjadi ciri khas kawasan Bromo.
"Secara optimistis kehadiran Jembatan Kaca Seruni Point akan menjadi ikon wisata baru yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara serta memperkuat posisi kawasan Bromo sebagai destinasi unggulan Indonesia," jelasnya.
Sebelumnya dalam inspeksi akhir tersebut, rombongan meninjau langsung jembatan kaca sepanjang 130 meter dengan ketinggian sekitar 83 meter. Mereka berjalan di atas lantai kaca untuk memastikan infrastruktur siap digunakan oleh wisatawan.
Diketahui setiap panel kaca berukuran 1,8 meter x 1,5 meter dengan berat sekitar 180 kilogram. Ketebalannya mencapai 25,52 milimeter, terdiri atas dua lapis kaca masing-masing 12 milimeter yang diapit lapisan SGP setebal 1,52 milimeter.
Dalam pengujian laboratorium, lapisan kaca bagian bawah baru mengalami kerusakan setelah menerima beban hingga 6.290 kilogram atau sekitar 6,2 ton. Pengujian kemudian dilanjutkan hingga lapisan kaca bagian atas pecah pada beban 3.980 kilogram.
Selain uji laboratorium hingga batas kehancuran material, BGTS juga melakukan simulasi kondisi operasional sehari-hari, mulai dari beban delapan orang dewasa secara bersamaan hingga simulasi menggunakan bantalan karet jembatan.
Hasilnya pun, tidak ditemukan retak maupun kerusakan pada panel kaca. (wn)
Tags
Wisata