Probolinggo, newsIndonesia.id — Kawasan pesisir panas di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, kini sukses menghasilkan melon premium berkualitas yang diminati pasar modern. Melalui greenhouse Tanjoeng Farm di Dusun Tanjung Lor, Desa Karanganyar, sebanyak 2,2 ton melon habis terjual hanya dalam dua hari saat panen perdana.
Pengelola Tanjoeng Farm, Nahrawi, mengatakan, budidaya melon premium dimulai sejak 2021 dengan memanfaatkan lahan pondok pesantren yang sebelumnya belum optimal. Meski sempat diragukan karena berada di wilayah pesisir panas, mereka akhirnya berhasil menerapkan sistem hidroponik modern nutrient film technique (NFT).
Bibit melon premium tersebut, didatangkan dari Belanda, Thailand, dan Taiwan dengan varietas unggulan lavender dan intanon. Buah melonnya memiliki tingkat kemanisan mencapai 14 brix dengan tekstur renyah dan rasa manis khas.
"Hasilnya Greenhouse berukuran 16 x 32 meter ini mampu menampung sekitar 1.400 tanaman dan panen hingga empat kali setahun. Bahkan sekitar 80 persen hasil panen telah dipasarkan melalui distributor buah nasional, sementara sisanya dimanfaatkan untuk wisata petik melon," katanya. Sabtu (16/5/2026)
Kedepan selain menjadi destinasi wisata edukasi, Tanjoeng Farm juga dikembangkan sebagai lokasi pembelajaran mahasiswa dan outing class sekolah untuk mengenalkan teknologi pertanian modern di wilayah pesisir. (wn)
Tags
Ekonomi
