Sering Jadi Lokasi Event, Kondisi Rumput Stadion Bayuangga Memprihatinkan

 

Kondisi rumput Stadion Bayuangga memprihatinkan, akibat kerap dijadikan tempat event 

Probolinggo, newsIndonesia.id – Stadion Bayuangga Kota Probolinggo menjadi sorotan menyusul intensitas penggunaannya sebagai lokasi berbagai kegiatan dan event. Di tengah pemanfaatan tersebut, kondisi rumput lapangan sepak bola terlihat kurang terawat dan dikhawatirkan mengalami kerusakan. Jumat (6/11/2026)

Lapangan yang sebelumnya dikenal dengan hamparan rumput hijau itu kini membutuhkan perhatian serius. Penggunaan berulang untuk kegiatan di luar olahraga dinilai berpotensi memengaruhi kualitas rumput dan permukaan lapangan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan pemeliharaan aset olahraga milik pemerintah daerah. Sebab, Stadion Bayuangga tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga fasilitas pembinaan atlet, latihan, dan pertandingan sepak bola.

“Jika pemanfaatan stadion tidak diimbangi dengan perawatan yang memadai, kerusakan lapangan berpotensi semakin parah,” kata Fajar, warga setempat.

Senada, Herman, pecinta sepak bola, menilai penggunaan stadion untuk berbagai event harus diimbangi dengan pemeliharaan yang serius. Menurutnya, kerusakan rumput tidak hanya mengganggu aktivitas olahraga, tetapi juga berpotensi menambah beban anggaran untuk perbaikan.

“Jangan sampai Stadion Bayuangga lebih sibuk menjadi lokasi berbagai event, sementara fungsi utamanya sebagai fasilitas olahraga justru terabaikan,” tegasnya.


Rumput Stadion Bayuangga mengalami kerusakan parah

Sementara itu, Kepala Dispopar Kota Probolinggo, Muhammad Abbas, menegaskan, Stadion Bayuangga tetap diprioritaskan sebagai fasilitas olahraga, khususnya sepak bola. Penggunaan untuk event nonolahraga tetap diawasi dan dievaluasi. Pihaknya juga melakukan perawatan, pemupukan, penyulaman, serta perbaikan rumput yang rusak setelah kegiatan berlangsung.

Ia menambahkan, bahwa pemanfaatan stadion oleh pihak ketiga wajib mengikuti ketentuan Barang Milik Daerah (BMD) dan prosedur administrasi pemerintah daerah, termasuk kewajiban pembayaran kontribusi atau biaya sewa.

“Stadion Bayuangga tetap bisa dimanfaatkan untuk kegiatan nonolahraga sepanjang tidak mengganggu agenda olahraga, memenuhi ketentuan pemanfaatan aset daerah, dan tetap menjaga kondisi fasilitas,” jelasnya

Kota Probolinggo memiliki sejumlah fasilitas publik untuk berbagai kegiatan. Pemilihan lokasi harus memperhatikan kapasitas, keamanan, dan dampak lingkungan agar kegiatan masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi utama fasilitas olahraga. (wn)
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال