
Kenaikan sebanyak 1.148 penumpang PT KAI di kawasan Tapal Kuda ini, menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat saat bersamaan atraksi Gandrung Sewu Banyuwangi digelar
Probolinggo, newsIndonesia.id - Jumlah penumpang kereta api di Banyuwangi naik 3,57 persen menjadi 33.311 orang selama 23–25 Oktober 2026, bertepatan dengan pagelaran Gandrung Sewu pada 24 Oktober 2026. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat di tengah penyelenggaraan salah satu atraksi budaya unggulan Banyuwangi tersebut.
Kenaikan sebanyak 1.148 penumpang tersebut menunjukkan meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode penyelenggaraan salah satu atraksi budaya unggulan Banyuwangi itu. Gandrung Sewu yang menampilkan kesenian tari Gandrung menjadi daya tarik bagi wisatawan dan masyarakat dari berbagai daerah, sehingga kereta api dapat menjadi pilihan transportasi untuk menjangkau Banyuwangi.
Manager Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan kereta api berperan dalam mendukung akses masyarakat menuju kegiatan pariwisata dan kebudayaan.
“Pagelaran Gandrung Sewu merupakan kebanggaan masyarakat Banyuwangi yang memperlihatkan kekayaan budaya daerah. Kami melihat adanya peningkatan jumlah penumpang pada periode penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kereta api hadir sebagai alternatif transportasi yang memudahkan masyarakat dari berbagai wilayah untuk terhubung dengan Banyuwangi,” ujar Cahyo. Senin (26/10/2026)
Meski kenaikan penumpang terjadi bertepatan dengan Gandrung Sewu, data tersebut belum merinci jumlah penumpang yang secara khusus bepergian untuk menghadiri acara tersebut. Namun, peningkatan itu menggambarkan tumbuhnya mobilitas di Banyuwangi pada periode kegiatan budaya yang berpotensi menarik kunjungan wisatawan.
Tren positif juga tercatat di wilayah Tapal Kuda lainnya. Kabupaten Probolinggo mencatat 3.667 penumpang, naik sekitar 2,5 persen dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 3.579 orang. Kabupaten Pasuruan mencatat 1.744 penumpang, meningkat sekitar 1 persen dari 1.730 orang.
Sementara itu, jumlah penumpang di Kabupaten Jember mencapai 26.776 orang dan Kabupaten Lumajang sebanyak 1.601 orang, dengan pergerakan yang terpantau stabil. Untuk mendukung promosi budaya lokal, KAI Daop 9 Jember sebelumnya menghadirkan pertunjukan tari Gandrung di atas KA Sangkuriang serta penyambutan penumpang di Stasiun Kalibaru dan Stasiun Banyuwangi Kota.
KAI Daop 9 Jember berharap konektivitas kereta api dapat memudahkan masyarakat mengakses destinasi wisata, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, serta mendukung pertumbuhan pariwisata dan pelestarian budaya di Banyuwangi dan kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. (wn)
Tags
Informasi