![]() |
| Kementerian Kehutanan menurunkan dua ahli dari IPB University untuk mendalami dampak kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). |
Probolinggo, newsIndonesia.id – Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara menurunkan dua ahli dari IPB University untuk mendalami dampak kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Dua ahli tersebut yakni Prof. Dr. Ir. Bambang Hero Saharjo, M.Agr., ahli kebakaran hutan dan lahan, serta Prof. Dr. Ir. Basuki Wasis, M.Si., ahli kerusakan tanah dan lingkungan.
Keduanya mengambil sampel di kawasan terdampak kebakaran di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada 29/8. Pengambilan sampel dilakukan di lima plot, meliputi tanah komposit, tanah utuh, tumbuhan bawah, dan arang sisa kebakaran. Sampel dari area yang tidak terbakar juga diambil sebagai pembanding.
Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Aswin Bangun, mengatakan, sampel tersebut akan diuji di laboratorium untuk mengetahui dampak kebakaran sekaligus mendukung proses penyelidikan.
“Pengambilan sampel ini merupakan bagian dari proses penyelidikan. Hasil pemeriksaan akan menjadi bagian dari pembuktian untuk membuat terang perkara dan menentukan langkah hukum selanjutnya,” ujar Aswin. Senin (31/8/2026)
Sementara itu, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan, dampak kebakaran tidak hanya terhadap vegetasi, tetapi juga fungsi lingkungan, kehidupan masyarakat, dan aktivitas wisata di kawasan TNBTS.
Kementerian Kehutanan menyatakan hasil pemeriksaan ahli dan uji laboratorium akan menjadi bahan untuk mengetahui dampak serta kerugian akibat kebakaran dan menentukan langkah hukum selanjutnya apabila ditemukan unsur pidana. (wn)
Tags
Peristiwa
